Wednesday, June 1, 2016

Rope Acces

Bekerja pada ketinggian mempunyai potensi bahaya yang besar dan tergolong pada pekerjaan High Risk. Ada beberapa metode kerja di area ketinggian seperti menggunakan, tangga, gondola dan sistem akses tali (Rope Access Systems). Dari metode kerja tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan serta risiko yang berbeda-beda. Oleh sebab itu sebelum melakukan pekerjaan di area ketinggian perlu mempertimbangkan pemakaian metode dengan memperhatikan aspek efektifitas dan risiko baik. Aspek risiko akan membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi perhatian utama semua pihak di tempat kerja. Hal ini selain untuk memberikan jaminan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, juga sangat terkait dengan keselamatan asset produksi.
Saat ini telah berkembang pekerjaan pada ketinggian dengan akses tali (rope access). Metode ini dikembangkan dari teknik panjat tebing dan penelusuran gua. Akses tali telah diterapkan secara luas dalam pembangunan, pemeriksaan, perawatan bangunan dan instalasi industri seperti gedung tinggi, menara jaringan listrik, menara komunikasi, anjungan minyak, perawatan dan perbaikan kapal, perawatan jembatan, ruang terbatas (confined spaces), pertambangan, industri pariwisata seperti out bound, penelitian dan perawatan hutan dan lain sebagainya.
KRITERIA PEMILIHAN SISTEM AKSES
Sistem keselamatan bekerja pada ketinggian dapat dibagi menjadi 2 (dua) , yaitu sistem keselamatan aktif dan sistem keselamatan pasif. Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disesuaikan dengan sifat pekerjaan. Suatu pekerjaan mungkin saja menggunakan kombinasi kedua system atau pun hanya salah satu sistem.
Katagori Sistem Bekerja pada Area Ketinggian
Pemilihan sistem bekerja pada area ketinggian harus mempertimbangkan banyak hal. Ada beberapa sistem atau metode bekerja pada ketinggian, yaitu :
1. Sistem Pasif
Adalah sistem kerja dimana pada saat bekerja melalui struktur permanen mau pun struktur  tidak permanen, tidak mensyaratkan perlunya penggunaaan peralatan pelindung jatuh (fall protection devices) karena telah terdapat sistem pengaman kolektif (collective protection system)..
Metode pekerjaan:
  • Bekerja pada permukaan seperti lantai kamar, balkon dan jalan
  • Struktur/area kerja (platform) yang dipasang secara permanen dan perlengkapannya
  • Bekerja di dalam ruang yang terdapat jendela yang terbuka dengan ukuran dan konfigurasinya dapat melindungi orang dari terjatuh
2. Sistem Aktif
Adalah sistem kerja dimana pekerja ada yang naik dan turun (lifting/lowering), maupun berpindah tempat (traverse) dengan menggunakan peralatan untuk mengakses atau mencapai suatu titik kerja karena tidak terdapat sistem pengaman kolektif (collective protection system).
Metode Pekerjaan:
  • Unit perawatan gedung yang dipasang permanen, seperti gondola
  • Scaffolding.
  • Struktur/area kerja (platfrom) untuk pemanjatan seperti tangga pada menara.
  • Struktur/area kerja mengangkat (elevating work platform) seperti hoist crane, lift crane, mobil perancah
  • Struktur sementara seperti panggung pertunjukan
  • Tangga berpindah (portable ladder)
  • Sistem akses tali (rope access)
3. Sistem Akses Tali (Occupational Rope Access)
Akses Tali sebagai salah satu sistem kerja yang dapat di golongkan sebagai sistem aktif. Akses tali adalah teknik bekerja menggunakan tali temali dan berbagai perlengkapannya serta dengan teknik khusus. Metode ini biasanya digunakan untuk mencapai posisi pekerjaan yang sulit di jangkau sesuai dengan berbagai macam kebutuhan. Sistem ini mengutamakan pada penggunaan alat pelindung diri sebagai pembatas gerak dan penahan jatuh (work restraints) serta pengendalian dan kompetensi kerja.
Prasyarat penggunaan sistem akses tali yaitu:
  • Terdapat tali kerja (working line) dan tali pengaman (safety line)
  • Terdapat dua penambat (anchorage)
  • Perlengkapan alat bantu (tools) dan alat pelindung diri
  • Terdapat personil yang kompeten
Beberapa sample aplikasi akses tali (rope access) seperti :
  • Pekerjaan naik dan turun di sisi-sisi gedung (facade), atria gedung, menara (tower), jembatan, dan banyak struktur lainnya
  • Pekerjaan pada ketinggian secara horisontal seperti di jembatan, atap bangunan dll
  • Pekerjaan di ruang terbatas (confined spaces) seperti bejana, silo dan lain-lain
  • Pekerjaan pemanjatan pohon, pemanjatan tebing, gua, out bound dan lain-lain.
Teknik akses tali dapat diandalkan dan cenderung efisien untuk menjalankan pemeriksaan pada sistem instalasi dan beberapa pekerjaan ringan sampai sedang. Metode akses tali merupakan metode alternatif untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan sampai dengan tingkat sedang dalam posisi yang sulit dan yang membutuhkan kecepatan (rapid task force).

Reaksi:

1 comment :

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Kami, Mohon Tinggalkan Pesan.
Kami berharap Anda Berkenan menggunakan Jasa Kami

Salam Sukses
Nusantara Cleaning

 
BLOGGER INDONESIA